Mahasiswa KKN STIT Pringsewu Kelompok 1 dan VI Gelar Sosialisasi dan Edukasi Anti Narkoba di PPTQ Hidayatulloh
Pringsewu, (25/08/25)– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu dari Kelompok 1 Enggal Rejo dan Kelompok VI Panggung Rejo sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Anti Narkoba di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Hidayatulloh, Panggungrejo.
Acara ini menghadirkan narasumber dari DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Pringsewu, yakni Hendri Biantoro, A.Md. dan Juliansyah, S.Pd., serta dihadiri oleh Kepala Pekon Panggungrejo, Ibu Sumardiyah, Pengasuh PPTQ Hidayatulloh Kyai Muhammad Khusnan, dan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN STIT Pringsewu: Dr. Dedi Irawan, S.E., M.E.Sy., Eri Purwanti, M.Pd., dan Wulan Octi Pratiwi, M.Pd., Gr.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana KKN STIT Pringsewu menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan bekal penting bagi para santri agar lebih memahami bahaya narkoba. “Kami ingin para santri tidak hanya tahu tentang dampak buruk narkoba, tetapi juga mampu menjaga diri serta menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pekon Panggungrejo, Ibu Sumardiyah, mengapresiasi langkah mahasiswa KKN. “Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan. Santri adalah generasi penerus, mereka harus dijauhkan dari narkoba agar desa kita melahirkan pemuda yang sehat dan berdaya,” tuturnya.
Pengasuh PPTQ Hidayatulloh, Kyai Muhammad Khusnan, juga menegaskan pentingnya pondok pesantren sebagai benteng moral. “Santri yang dekat dengan Al-Qur’an harus menjadi contoh baik. Dengan pemahaman tentang bahaya narkoba, mereka bisa menjaga dirinya sekaligus mengingatkan orang lain,” katanya.
Acara resmi dibuka oleh Dr. Dedi Irawan, S.E., M.E.Sy. selaku DPL KKN. Dalam sambutannya ia menyatakan, “Sosialisasi dan edukasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung program pemerintah dan masyarakat dalam perang melawan narkoba. Dari pondok pesantren inilah kita berharap lahir generasi emas tanpa narkoba,” tegasnya.
Memasuki sesi inti, Hendri Biantoro, A.Md. menyampaikan materi tentang dasar-dasar narkoba dan memperkenalkan peran organisasi GRANAT. Ia menjelaskan berbagai jenis narkoba, dampaknya bagi kesehatan, serta bagaimana peredaran narkoba bisa merusak generasi bangsa. “GRANAT hadir sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Kami ingin generasi muda tahu sejak dini bahwa narkoba bukan hanya merusak diri, tapi juga menghancurkan masa depan keluarga dan bangsa,” ungkapnya.
Dilanjutkan oleh Juliansyah, S.Pd., yang memaparkan lebih dalam mengenai narkoba, termasuk modus penyebarannya di kalangan remaja. Ia menekankan pentingnya keteguhan iman dan lingkungan yang sehat agar generasi muda tidak mudah terjerumus. “Narkoba masuk dengan cara halus, melalui pergaulan dan rasa ingin tahu. Karena itu santri harus berani berkata tidak, dan menjadi pelopor gerakan anti narkoba di masyarakat,”jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari para santri saat sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta mengaku mendapat pemahaman baru mengenai narkoba serta semakin termotivasi untuk hidup sehat tanpa narkoba.
Dengan mengusung tema “Hidup Sehat Tanpa Narkoba: Pilar Generasi Emas Masa Depan Indonesia”, kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa KKN STIT Pringsewu dalam menanamkan kesadaran sejak dini agar santri dan generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan bebas narkoba.



Komentar
Posting Komentar