Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

HMI Cabang Bandar Lampung Desak Komisi II DPR RI Selesaikan Konflik Agraria Secara Total di Lampung

Gambar
Dok: Tohir Bahnan Al-Fatih Ketua Umum HmI Cabang Bandar Lampung Bandar Lampung, (18/07/25)-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menyampaikan sikap tegas terhadap langkah Komisi II DPR RI yang baru-baru ini memutuskan untuk melakukan pengukuran ulang terhadap lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sugar Group Companies (SGC) di Provinsi Lampung.  Meskipun langkah tersebut dinilai sebagai inisiatif positif dalam menata ulang persoalan agraria, HMI menilai bahwa tindakan tersebut tidak boleh berhenti sebagai simbol politik atau sekadar respons terhadap tekanan publik. Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, Tohir Bahnan, menegaskan bahwa upaya penataan agraria harus dilakukan secara menyeluruh, menyasar seluruh perusahaan pemegang HGU besar di Lampung yang selama ini luput dari pengawasan ketat negara. Tohir menyebut bahwa konflik agraria di Lampung bukan hanya terpusat pada PT SGC, tetapi juga melibatkan banyak korporasi lain seperti PT Bumi Waras, PT BNIL, PT AKG, hingga ...

Petani Singkong Tersenyum: Aksi Jalanan Kini Dijawab Gubernur Mirzani Djausal dengan Terobosan Legislasi Nasional

Gambar
Dok: Tohir Bahnan Al-Fatih Ketua Umum HmI Cabang Bandar Lampung Bandar Lampung, (17/07/25)— Setelah bertahun-tahun menahan getir di tengah harga jual singkong yang terus merosot, senyum mulai merekah di wajah petani Lampung. Penyebabnya bukan datang dari pasar, melainkan dari ruang-ruang kebijakan publik. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyuarakan langkah berani dengan mendorong percepatan Rancangan Undang-Undang Komoditas Strategis Nasional, sebuah inisiatif hukum yang ditujukan untuk melindungi komoditas pertanian penting seperti singkong dari hulu ke hilir. Dalam pernyataan publik yang beredar luas di media sosial, Gubernur Mirzani menegaskan: “Kalau bukan Lampung yang bersuara, tidak ada provinsi lain yang memperjuangkan ini. Kami butuh regulasi tegas dan kolaborasi nyata untuk lindungi petani dari hulu ke hilir.” Sinyal Politik yang Menjawab Derita Kolektif. Pernyataan itu datang tidak lama setelah berbagai aksi massa petani singkong mengguncang provinsi Lampung beberap...

HMI Cabang Bandar Lampung Apresiasi Kehadiran SMA Siger: Komitmen Nyata dalam Memperluas Akses Pendidikan untuk Rakyat

Gambar
Dok: Tohir Bahnan Al-Fatih Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung Bandar Lampung, 16/07/25 — Kehadiran Sekolah Menengah Atas (SMA) Siger di Bandar Lampung mendapatkan apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung. Tohir Bahnan Al-Fatih, Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, menyampaikan penghargaan dan dukungan atas inisiatif pendirian sekolah yang dinilai sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan pendidikan yang inklusif dan pro-rakyat. Menurut Tohir, SMA Siger bukan hanya simbol pembangunan sumber daya manusia, tetapi juga menjadi representasi nyata dari upaya menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi. “Kami mengapresiasi kehadiran SMA Siger sebagai bentuk komitmen keberpihakan terhadap masyarakat bawah. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi pembangunan nilai dan akses yang sangat penting di tengah tantangan pendidikan hari ini,” ujar Tohir...

Loyalitas di Ujung Lidah: Ambisi Politik dan Amnesia Sejarah Cak Imin

Gambar

Cak Imin Dinilai Lupa Sejarah: Ahmad Rizki HMI Bandar Lampung Kritik Pernyataan yang Memecah Belah

Gambar
Dok: Ahmad Rizki Rinanda Kabid politik dan demokrasi HMI Cabang Bandar Lampung. Bandar Lampung, 14/07/25— Pernyataan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menyebut “Kalau ada yang tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII, itu HMI!” memantik respons tajam dari berbagai kalangan. Salah satu suara kritis datang dari internal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sendiri. Ahmad Rizki Rinanda, Kepala Bidang Politik dan Demokrasi HMI Cabang Bandar Lampung, menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk penyederhanaan sejarah yang menyesatkan dan berpotensi memecah belah kekuatan gerakan mahasiswa Islam di Indonesia.  “Ucapan itu menyesatkan secara naratif dan tidak mencerminkan kematangan sebagai tokoh nasional. HMI tidak pernah merasa eksklusif sebagai satu-satunya gerakan dari bawah. Tapi kami paham betul bahwa perjuangan mahasiswa tak bisa direduksi menjadi kompetisi simbolik,” tegas Rizki. Ia juga menyayangkan bahwa pernyataan tersebut keluar dari figur yang secara historis merupakan bagian dari l...