PERBUDAKAN TEKNOLOGI; Akankah HmI Mampu Menjawab Tantangan Zaman?
(Wulan Octi Pratiwi)
“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya;karena mereka hidup bukan di zamanmu,” pesan singkat yang disampaikan oleh Sayyidina Ali bin Abu Thalib.
Dalam salah satu sajak ‘Rumi’ mengatakan “ini semua bukan manusia, hanya wajah-wajah manusia yang mereka miliki. Budak-budak perut, korban-korban hawa nafsu,” Rumi merindukan manusia, didalam kota yang megah itu, kebudayaan dan ilmu penggetahuan berkembang pesat, ia mencari manusia. Semua yang dicari ia temukan disana, bangunan mewah, mobil mahal, pakaian branded, jam tangan ratusan juta rupiah, smartphone terbaru dengan harga puluhan juta rupiah, gedung-gedung menjulang tinggi, paras bersolek dengan kosmetik mahal, mall-mall yang ramai, makanan beragam jenis, dan berbagai prilakunya. Namun itu bukan manusia. ‘Rumi’ meyakinkan lagi, itu bukan manusia, wujudnya manusia, bentuknya manusia, dan penampilannya manusia, tetapi, bukan manusia sebenarnya, bukan manusia sesungguhnya.
Sumber:Google.negatif_era_digital
Dewasa ini kehidupan manusia berubah begitu pesat. Khususnya dalam bidang teknologi, teknologi semakin menimbulkan perubahan bagi kehidupan masyarakat. Pada mulanya manusia yang menciptakan teknologi dan mengembangkannya. Namun, seiring berjalannya waktu kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh teknologi ciptaannya sendiri. Bagaimana menurut pandangan anda terkait dengan kemajuan teknologi dengan kondisi masyarakat saat ini, apakah teknologi akan mencerdaskan masyarakat atau justru masyarakat akan menggunakan teknologi secara tidak cerdas? Lalu bagaimana peran HmI sebagai salah satu organisasi mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi abad 21?
Teknologi memang sangat berguna terutama jika kita lihat dari fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, yakni dapat memudahkan berbagai macam aktivitas manusia. Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih telah merubah hampir setiap lini kebiasaan hidup manusia. hal ini membuat manusia seolah memilki dunia baru. McLuhan mengatakan bahwa media (teknologi) merupakan kepanjangan manusia. manusia saat ini menggangap media sebagai perpanjangan kemampuan mereka untuk dapat melakukan segala hal yang berada di luar jangkauannya. Sebagai salah satu contoh dimana televisi dan mikroskop merupakan kepanjangan dari mata; alat-alat transportasi merupakan perpanjangan dari kaki; komputer, gadget merupakan perpanjangan dari otak. Berdasarkan hal tersebut tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan teknologi menjadikan manusia lebih mudah dalam melakukan banyak hal dengan lebih efisien.
Pesatnya perkembangan teknologi ini justru dapat menjerumuskan Indonesia sebagai salah satu Negara yang konsumtif terhadap produk teknologi dunia. Wabah candu terhadap penggunaan teknologi kian merambah ke semua kalangan. Termasuk penyalahgunaan teknologi yang melanggar moralitas dan melanggar budaya mahasiswa sebagai seorang yang berintelektual kini menjadi salah satu konsekuensi yang tidak dapat dielakkan lagi. Ironisnya pun sekarang ini banyak kader-kader organisasi yang juga terpengaruh oleh candu teknologi, mereka tidak mampu dalam memfilterisasi wabah candu ini, khususnya kader HmI.
Teknologi yang serba cangggih, dapat mempermudah berbagai hal, dan tanpa kita sadari bahwa kita telah di perbudak oleh teknologi. Kita semua tau bahwa teknologi sangat berpengauh terhadap kehidupan manusia, bahkan dapat merusak dan menimbulkan candu bagi penggunanya. Seperti fenomena saat ini bahwa candu teknologi telah berhasil merasuk ke semua kalangan, merubah segala aspek-aspek yang ada dalam kehidupan manusia, termasuk kebiasaan sehari-hari. Hal ini dapat kita rasakan bersama, melalui budaya membaca dan berdiskusi yang bertujuan untuk menyiapkan sosok pemimpin harapan masyarakat masa depan lambat laun kian memudar. Jika melihat era seperti saat ini, yang mana hampir semua aktivitas telah dimudahkan oleh teknologi tidak heran jika seharusnya kader-kader HmI saat ini bisa dengan mudah melampaui kemampuan-kemampuan alumni yang terdahulu, karena melalui teknologi canggih saat ini taraf ilmu pengetahuan dapat dipelajari dengan mudah melalui terbitan-terbitan yang dapat di akses melalui internet kapan saja dan dimana saja. Namun, faktanya tidak begitu, karena justru banyak kader yang terlena dengan kemudahan teknologi yang ada saat ini.
Tidak hanya itu HmI yang merupakan salah satu organisasi perjuangan, organisasi mahasiswa yang sudah seharusnya mampu menjawab berbagai tantangan zaman dan harus tampil sebagai pemegang inisiatif untuk memajukan kehidupan masyarakat, dan bangsa ini. Justru mengalami degradasi baik kualitas akhlak maupun ilmu pengetahuaan. Hal itu merupakan salah satu dampak negative dari kemajuan teknologi yang muncul dalam kehidupan saat ini.
Perlu kita garis bawahi bahwa teknologi memang penting, kehadiran teknologi sangat membantu kita semua untuk melakukan berbagai hal. Terlebih dizaman yang modern ini kita harus paham tentang teknologi, kita perlu menggunakan teknologi akan tetapi jangan sampai kita diperbudak oleh teknologi. Teknologi bisa menjadi sahabat sekaligus musuh bagi kita semua. Tuhan mencipatakan manusia sebagai khalifatullah, khalifah di muka bumi ini, bagi dunia dan seluruh isinya, semua sumber dan semua bendanya. “manusia bukan untuk menjadi budak benda (materi) tetapi untuk membuat materi menjadi budaknya atau membuatnya untuk menjadi abadi Tuhan, dan untuk memanfaaatkannya dalam memenuhi kehendak Tuhan.” Ujar Syed Abdul Hasan Ali Nadwi. Dengan begitu sudah jelas bahwa teknologi bukanlah “majikan” yang harus kita taati. Ia hanyalah benda yang mempunyai nilai guna untuk mempermudah kehidupan manusia. meski pada kenyataannya teknologi yang seolah telah memperbudak manusia.
Teknologi dan perkembangannya merupakan suatu keharusan yang harus dihadapi oleh seluruh umat manusia, begitu juga dengan umat Islam, sebagaimaana telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Q.S Ar-Rahman:33 “Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi langit dan bumi) lintasilah. Kamu tidak akan dapat menembusnya melainkan dengaan ilmu pengetahuan.” Dalam hal ini perlu kita ingat kembali bawasannya HmI merupakan organisasi yang berasaskan Islam dan sebagaimana yang telah tercantum dalam AD HmI BAB IV Pasal 9 telah di jelaskan tentang peran HmI “HmI berperan sebagai organisasi perjuangan.” Dengan begitu sebagai organisasi perjuangan, harapan umat dan bangsa HmI harus mampu menjadi platform dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin komplek ini.
Berdasarkan penjelasan diatas tantangan yang paling besar yang harus dihadapi saat ini tidak lain ialah perbudakan teknologi, wabah penyalahgunaan teknologi sudah merambah kesegala aspek kehidupan, dengan begitu pembenahan moral merupakan salah satu solusi yang harus dilakukan. Dalam organisasi HmI khususnya yang mana telah memiliki patokan atau acuan dasar moralitas berupa Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HmI yang sudah seharusnya menjadi pedoman moralitas kader HmI. Disisi lain HmI juga harus mampu mengembanngkan kemampuan SDM terutama dalam pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, penguasaan digital agar mampu berinovasi dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dengan baik.
Sudah saatnya HmI mereduksi nilai-nilai gerakannya sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Dimana era disrupsi (digitalisasi) telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia saat ini. Untuk itu HmI sebagai organisasi mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dalam setiap perkembangan zaman untuk terus mengawal generasi muda Indonesia sebagai salah satu upaya untuk mencegah kesenjangan generasi. Selain itu sebagai kalangan intelektual (kader HmI) harus mampu menjadi salah satu control sosial dalam penggunaan teknologi yang tidak sesuai dengan pemanfaatannya. Termasuk penyalahgunaan yang menentang nilai-nilai moralitas. Karna jika penyalahgunaan, perbudakan teknologi di biarkan berkepanjangan sama halnya kita membiarkan wabah kebodohan dan kerusakan terus berkembangbiak dinegeri ini.


Komentar
Posting Komentar