MANIS BELUM TENTU GULA;PAHIT TIDAK BERARTI MERACUNI
Wulan Octi Pratiwi
Berbicara prihal kehidupan, siapa yang tak menginginkan berada di titik keberuntungan setiap saat?. Tentu setiap orang berharap untuk dapat hidup dengan penuh kebahagiaan tanpa merasakan pedih, pahitnya kehidupan. Berjalan tanpa melewati lika-liku, tanpa hambatan, tak pernah merasakan sakitnya terjatuh, tapi rasanya itu hal yang mustahil. Karna kau lahir sebagai sosok pejuang.
Bayangkan dalam kehidupan ini terdapat begitu banyak ruangan dan setiap ruang hanya terdapat satu pintu keberuntungan. Pandanglah ketika kamu menemui suatu masalah jadikanlah hal tersebut sebagai gambaran bahwa ada satu pintu keberuntungan yang dekat denganmu saat itu. Dengan sebuah lubang kunci dimana kunci apapun bisa membuka pintu tersebut. Namun, apa yang ada dibalik pintu tersebut (yang kamu nilai bahwa itu adalah suatu kebetuntungan) ditentukan oleh kunci apa yang kamu gunakan.
Dalam kehidupan ini beberapa orang yang berbeda sering kali dihadapkan pada suatu pristiwa yang sama. Tetapi hal tersebut menjadi berbeda ketika kita berbicara tentang bagaimana cara mereka untuk melewati dan menyikapi setiap peristiwa dan yang mereka temui dan apa hasil yang mereka peroleh.
Perlu diketahui bahwa ketika kamu menyerah dan lari dari sebuah masalah, hal itu tidak akan membawamu kemanapun karena kamu masih berkutat dalam satu ruang yang sama, dan hanya ada satu cara untuk dapat menemukan solusi dari permasalahan yang kamu temui. Yakni dengan membuka salah satu pintu yang ada dalam ruangan itu. Ya, dan kamu tidak akan pernah tahu ruangan macam apa yang ada di balik pintu itu. Kau hanya perlu sebuah keberanian dan keyakinan untuk mampu bergeser kedalam ruang baru. Dan berharap bahwa ruangan itu akan menjadikan mu sosok pejuang yang lebih baik. Jangan pernah menyerah dengan keadaan, Jangan pernah berhenti untuk berjalan, ketika kamu berhenti saat itu pula kamu telah menghianati segala bentuk impian mu.
Sumber:Google.literasi
Ku, Kau, Penyesalan
(Wulan Octi Pratiwi)
Realita hidup ini…
Ajaran yang kini hanya tinggal ajaran
Dengan Pengakuan yang tak satupun dapat terealisasikan
Sungguh hidup yang penuh degradasi
Ku beri kau ingatan yang kuat
Tapi kau merusaknya!
Ku beri kau memori yang tak terbatas
Namun kau justru mengisinya dengan
Hal-hal yang tidak waras!
Ku beri kau pemikiran luas
Tapi kau tak bisa berfikir rasionalitas!
Ku beri kau sejuta kesempatan
Tapi kau selalu berkata ah,, nanti saja!
Jelas!
Ku beri kau bentuk paling sempurna
Tapi kau tetap saja masih memandang yang lainnya!
Ku beri kau kebebasan
Kau malah semakin kebablasan!
Hingga akhirnya ku tunjuki kau dengan indahnya puncak keberhasilan
Dan kau pun hanya mampu berkata
“duhh, ku hanya bisa menyesalinya”
Pesan singkat yang coba saya sampaikan melalui puisi tersebut. Tentu kau bisa memahaminya bukan? Ingat bahwa suatu penyesalan tidak akan merubah hidupmu. Penyesalan yang wajar mampu membuatmu tersadar untuk bertindak lebih baik. Tapi penyesalan yang berlebih hanya akan membuat mu terhenti dari alur kehidupan. Dalam kehidupan ini hanya terdapat satu garis finish, yaitu kematian. Selagi kamu belum mati dan belum mendapatkan hasil, kenapa berhenti berjuang dan menyerah?
Berhenti Berproses Tanda Kematian.
Pahit perjuangan akan menghasilkan manisnya sebuah keberhasilan.
Salam pejuang.

Ada satu kata yang typo, tapi gk tau itu typo atau memang penulisannya begitu hehe
BalasHapusMemang kita harus berjalan terus seperti apapun keadaan tapi bagaimana dengan orang yang berprinsip hidup ini realita, seperti air itu mengalir disitulah kita mengikuti arus yang tak tau tujuannya karena dia hidup mulus" saja.
BalasHapusSejatinya dalam hidup ini tdk ada yang dapat berjalan tanpa hambatan sedikit pun, kau tau air mengalirpun harus siap untuk mengikuti setiap liku, bahkan ia rela terjatuh dari tempat yang tertinggi. Prinsip setiap manusia pasti berbeda-beda. Itulah sebabnya ketika kita berbicara prihal cara dan sikap yang mereka gunakan akan terlihat bervariasi. Selama kita hidup kita harus punya tujuan. Dengan begitu kamu akan lebih paham kemana arah langkah kaki mu itu akan kau bawa.
Hapus