Gerakan Perempuan Mengaji Seri ke-28 PW ‘Aisyiyah Lampung Angkat Tema “Berburu Lailatul Qadar ala Nabi
Dok:Kegiatan 'Aisyiyah Lampung
Bandar Lampung-Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung kembali menyelenggarakan kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji Seri ke-28 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Minggu (1/3/2026) pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di Gedung Dakwah Aisyiyah Provinsi Lampung sekaligus daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh kader serta peserta dari berbagai daerah di Lampung.
Pada kesempatan kali ini, kajian mengangkat tema “Berburu Lailatul Qadar ala Nabi” sebagai upaya menguatkan pemahaman spiritual umat Islam, khususnya perempuan, dalam memaknai keutamaan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Dalam pengantar kegiatan disampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu puncak kemuliaan Ramadhan adalah hadirnya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Pemateri Prof. Dr.Hj.Enizar,M.Ag. ketua PW 'Aisyiyah Lampung menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan teladan dalam berburu Lailatul Qadar dengan meningkatkan kesungguhan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Hal tersebut dilakukan dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, berzikir, serta memperbanyak amal kebaikan lainnya.
“Rasulullah menunjukkan bahwa mencari Lailatul Qadar bukan hanya dengan menunggu tanda-tanda malamnya, tetapi dengan memperbanyak ibadah dan kesungguhan spiritual pada sepuluh malam terakhir Ramadhan,” ujar pemateri dalam penyampaiannya.
Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam menghidupkan suasana ibadah di lingkungan keluarga. Dengan semangat Ramadhan, perempuan dapat menjadi penggerak dalam membangun atmosfer rumah yang penuh dengan nilai-nilai spiritual.
“Perempuan memiliki peran penting dalam menumbuhkan tradisi ibadah di keluarga. Dari rumah yang hidup dengan Al-Qur’an, doa, dan ibadah, lahirlah generasi yang memiliki kedekatan dengan Allah,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, terutama karena dilaksanakan bertepatan dengan awal bulan Ramadhan yang sarat dengan semangat memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama sebagai bentuk mempererat ukhuwah di antara peserta.
Melalui Gerakan Perempuan Mengaji, Majelis Tabligh dan Ketarjihan PW ‘Aisyiyah Lampung berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang penguatan spiritualitas dan keilmuan bagi perempuan, sekaligus mendorong lahirnya keluarga dan masyarakat yang lebih religius, berilmu, dan berakhlak.



Komentar
Posting Komentar