HMI Cabang Bandar Lampung Siap Kawal Aksi Petani Tebu, Tegaskan Negara Harus Hadir

Bandar Lampung, (04/04/26)—Gelombang kegelisahan petani tebu di Way Kanan kian memuncak. Ketidakpastian panen, ancaman kerugian, hingga potensi hilangnya mata pencaharian menjadi realitas pahit yang kini dihadapi ribuan petani. Di tengah situasi tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menyatakan sikap tegas siap turun dan mengawal aksi pada Kamis mendatang.

Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, Tohir Bahnan Al-Fatih, menegaskan bahwa kehadiran HMI bukan sekadar simbol, melainkan bentuk keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil yang sedang terhimpit.

“Ini bukan sekadar aksi. Ini adalah jeritan petani yang harus dijawab. Kami tidak akan diam ketika petani dipaksa menanggung dampak dari persoalan yang bukan mereka ciptakan,” tegas Tohir.

Menurutnya, persoalan yang menimpa petani tebu di Way Kanan telah melampaui batas kewajaran. Penundaan panen dan ketidakjelasan kebijakan telah menempatkan petani pada posisi paling rentan menunggu tanpa kepastian, merugi tanpa perlindungan.

“Petani hari ini seperti dibiarkan dalam ketidakpastian. Padahal mereka sudah bekerja, sudah menanam, sudah berharap. Lalu siapa yang bertanggung jawab ketika hasilnya terancam gagal?” ujarnya tajam.

Tohir juga menyoroti narasi yang berkembang di tengah masyarakat bahwa petani seolah dijadikan “tumbal” dalam persoalan yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan menjadi hal yang lumrah. “Kalau benar petani harus menjadi korban dari tarik-menarik kepentingan, maka ini adalah bentuk kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya sendiri,” tegasnya.

HMI Cabang Bandar Lampung, lanjutnya, akan berdiri di garis depan untuk memastikan bahwa aksi yang digelar bukan hanya berjalan tertib, tetapi juga memiliki daya tekan yang kuat terhadap pengambil kebijakan. “Kami akan kawal aksi ini dengan penuh tanggung jawab. Damai, tertib, tetapi tetap tegas. Karena yang diperjuangkan bukan kepentingan kelompok, melainkan keberlangsungan hidup petani,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aksi ini adalah bentuk perjuangan moral yang harus dijaga marwahnya. “Kita boleh lantang dalam tuntutan, tetapi tetap beradab dalam tindakan. Namun satu hal yang pasti suara petani tidak boleh lagi diabaikan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Tohir menegaskan bahwa HMI tidak akan berhenti hanya pada pengawalan aksi, tetapi akan terus mengawal hingga ada kejelasan dan solusi konkret bagi petani.

“Ini bukan soal satu hari aksi. Ini soal masa depan petani. Dan kami pastikan, HMI akan terus berdiri bersama mereka sampai ada keadilan yang nyata,” tutupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Forum Pemuda Negeri Besar Dukung Penuh Resmen Kadafi Jadi Wabup Way Kanan

Hak Jawab Resmi HmI Cabang Bandar Lampung Atas Pemberitaan Pagar Kantor Dijadikan Jemuran